Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik dengan Smart Sensor

Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik dengan Smart Sensor

Serang – Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bekerja sama dengan Pendidikan Vokasional Teknik Mesin (PVTM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa melangsungkan kegiatan pelatihan pengelolaan sampah organik dengan smart sensor kepada office boy  di lingkungan FKIP Untirta.

Pelatihan pengelolaan sampah organik dengan smart sensor merupakan wujud kolaborasi antara dua program studi Pendidikan IPA dan PVTM sebagai bagian dari tri darma perguruan tinggi. Pelatihan ini bertujuan melatih OB dalam membuat tempat sampah dengan smart sensor dan mengolah sampah organik untuk dijadikan produk yang bernilai ekonomis. Diharapkan peserta pelatihan dapat mengelola sampah dari titik awal dan menjadikan produk yang bernilai ekonomis dengan dijadikan kompos .

Menurut koordinator kegiatan, Dwi Indah Suryani, di lingkungan FKIP Untirta sampah organik hanya dibuang di tempat sampah dan dicampur dengan sampah anorganik sebelum dibawa oleh mobil pengangkut sampah. Maka dari itu, dibutuhkan suatu alternatif solusi yaitu pelatihan pengelolaan sampah organik dengan smart sensor bagi Office Boy (OB) di FKIP Untirta. Di sisi lain, dosen muda Pendidikan IPA ini menyampaikan bahwa sains dengan apik menjadikan sampah, barang yang dibuang bernilai manfaat ketika dijadikan kompos dan bisa bernilai ekonomis.

Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan penggunakan metode praktik. Tim pelaksana kolaborasi Pendidikan IPA dan PVTM memberikan materi dan membimbing praktik cara membuat tempat sampah dan mengolah sampah. Selain itu, peserta melakukan praktik dengan dibekali dengan buku panduan untuk mempermudah proses pelatihan. Peserta yang mengikuti adalah semua OB dari lingkungan FKIP sejumlah 26 orang.

Kegiatan pelatihan dilakukan dalam empat tahap utama yaitu: (1) Kunjungan awal dan pengakraban diri dengan masyarakat kampus, (2) pelaksanaan pelatihan pengelolaan sampah (uji coba alat dan pelatihan); (3) Monitoring dan evaluasi; dan (4) Refleksi selama kurang lebih selama satu bulan . Kegatan ini mendapat antusiasme dan respon positif dari para office boy karena melibatkan petugas kebersihan dalam kegiatan akademik di lingkungan FKIP Untirta.

Koordinator PVTM, Suleman Deni Ramdani, M.Pd. lebih lanjut menjelaskan kepada OB secara berkelompok dilatih membuat tempat sampah berbasis smart sensor dan mengolah sampah organik menggunakan tempat sampah smart sensor. Hasil daur ulang sampah ini dapat dijadikan suatu produk pupuk kompos yang dapat dijadikan komoditas yang bernilai ekonomis. Selain itu, hasil daur ulang ini dapat digunakan sebagai pupuk bagi tanaman yang ada di lingkungan FKIP Untirta sehingga mendukung konsep Green Campus Untirta. Pelatihan ini juga didukung buku panduan dan evaluasi kegiatan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelatihan.

Posts Carousel