728 x 90

Seminar Hasil Program Pengabdian kepada Masyarakat Mono Tahun Pelaksanaan 2017

Seminar Hasil Program Pengabdian kepada Masyarakat Mono Tahun Pelaksanaan 2017

(Serang, 22 Februari 2018) Dosen Jurusan Pendidikan Matematika, Dr. Nurul Anriani, M.Pd. dan Khairida Iskandar, M.Si. mempresentasikan seminar hasil Program Pengabdian kepada Masyarakat Mono Tahun Pelaksanaan 2017 yang diselenggarakan pada hari Kamis, 22 Februari 2018 di Swissbell Airport Hotel, Tangerang.

Kegiatan Pengabdian yang lolos dari FKIP ada 2 judul, yaitu yang pertama adalah  “Pembelajaran High Order Thinking Terhadap Guru Madrasah” (skim lbM), dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran yang menuntut high order thinking pada abad 21. Namun kenyataan di lapangan khususnya di madrasah masih banyak guru matematika yang belum memahami pembelajaran berbasis ICT. Sasaran penerima IPTEK adalah guru madrasah di Kota Serang. Pelaksanaan PKM melalui sosialisasi, lokakarya, dan pendampingan secara berkelanjutan.. hasil yang diharapkan adalah meningkatnya jumlah guru yang memahami high order thinking, adanya peningkatan guru yang mengetahui manfat pembelajaran high order thinking, adanya peningkatan jumlah guru yang mengetahui pendekatan saintifik dalam kurkulum 2013 terhadap pembelajaran high order thinking di kelas, dan adanya peningkatan jumlah guru yang mengetahui kemampua berfikir apa saja yang mendukung proses pembelajaran high order thinking.

Dr. Nurul Anriani, M.Pd. Ketua Pelaksana Program Pengabdian kepada Masyarakat Mono Tahun Pelaksanaan 2017

Sedangkan yang kedua adalah “Pembentukan dan Pembangunan Wirausaha Mandiri dan Berkelanjutan Melalui Penerapan Pola Socio-Technopreneur Bagi Masyarakat di Sekitaran Wisata Ziarah Banten (skim KKN-PPM), dilatarbelakangi dengan potensi wilayah Banten Lama yang elum dipotimalkan dengan baik. Factor penyebabnya adalah rendahnya kesadaran wisata masyarakat, dualism pengelolaanwisata, serta wirausaha yang belum mandiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan life skill mahasiswa, membangun wirausaha mandiri berbasis produk local, meningkatkan kesadaran masyarakat akan situs sejarah dan pariwisata, dan meningkatkan kualitas produk yang dipasarkan. Metode yang dilakukan adalah partisipatory observation, sosialisasi, dan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Hasil yang diharapkan salah satunya adalah Meningkatnya kepekaan mahasiswa terhadap permasalahan yang ada, dan meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam penerapan IPTEK sesuai dengan bidang masing-masing.

Posts Carousel