Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Berbasis Case Method dan Project Based Learning. Acara ini dilaksanakan di Aula Karakter Jawara, FKIP Kampus Ciwaru, Kamis (18/07/2024) yang dihadiri oleh Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan dan Dosen lainnya di lingkungan FKIP Untirta.

Pelatihan ini mendatangkan Prof. Dr. Kokom Komalasari, M.Pd dari Universitas Pendidikan Indonesia sebagai pemateri. Adapun materi yang dibahas mulai dari pengembangan RPS dengan Case Method, ada juga tahapan-tahapan Project Based Learning dan juga cara penerapannya untuk mahasiswa.

Selaku Ketua Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Alis Triena Permanasari, S.Sn., M.Pd., mengharapkan melalui kegiatan pelatihan ini peserta mampu merancang metode pembelajaran menggunakan kedua metode tersebut. Case Method merupakan model pembelajaran partisipatif berbasis diskusi untuk memecahkan kasus atau masalah. Penerapan model ini akan membantu mahasiswa mengasah dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis untuk memecahkan masalah, kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan kreativitas.

Sedangkan, project-based learning merupakan salah satu model pembelajaran yang dewasa ini menjadi sesuatu yang sangat diharapkan dapat diterapkan dalam setiap pembelajaran di Perguruan Tinggi. Metodel pembelajaran project-based learning ditujukan untuk meningkatkan kemampuan softskill mahasiswa dalam memecahkan persoalan yang seringkali dihadapi dalam kehidupan nyata.

Workshop pembelajaran berbasis case method dan project-based learning diselenggarakan program studi Pendidikan Seni Pertunjukan guna memaksimalkan dosen dalam menyusun model pembelajaran dalam proses belajar mengajar pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Sehingga dosen mendapatkan tambahan pengetahuan serta memudahkan mahasiswa untuk memahami materi yang disampaikan dosen.

Model pembelajaran ini dapat efektif diterapkan pada Prodi manapun termasuk di Prodi PSP yang mayoritas Mata Kuliah nya memberikan tugas akhirnya dalam bentuk proyek dalam bentuk karya seni. Hal demikian harus segera diterapkan karena proses pembelajaran harus dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk kreatif dan inovatif. Mahasiswa akan banyak belajar bagaimana menerapkan ilmu sesuai kebidangannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui workshop ini diharapkan peserta mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam menyusun perangkat pembelajaran inovatif kreatif dengan menggunakan model Case method dan Project Based Learning,” ujar Prof. Dr. Kokom Komalasari, M.Pd.

Sementara itu, saat membuka acara Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si., mengatakan bahwa dirinya turut bangga dengan workshop yang digelar oleh Prodi PSP ini karena memiliki kontribusi dalam pengembangan kompetensi dosen dalam merancang pembelajarannya berdasarkan model pembelajaran yang tepat serta sesuai kondisi perkembangan zaman.

Pembelajaran Case Method dan Project Based Learning ini diharapkan bisa menjadikan mahasiswa agar lebih kreatif, inovatif dan mengembangkan kemampuan critical thinking.

 

Rabu, 17 Juli 2024 – Hari ini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sukses menyelenggarakan Workshop Evaluasi Kurikulum Berbasis Kampus Merdeka di Aula Karakter Jawara. Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP, Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si, didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Ketua Pelaksana, Dr. Hj. Enggar Utari, M.Si.

Workshop ini dihadiri oleh para Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, Sekretaris Jurusan, Ketua Laboratorium, serta dosen di lingkungan FKIP Untirta, bersama dengan perwakilan stakeholder dari berbagai tingkatan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, seperti Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, MGMP, dan Guru.

Pemateri utama dalam acara ini adalah Prof. Dinn Wahyudin, M.A., Ketua HIPKIN (Himpunan Pengembangan Kurikulum Indonesia), yang memberikan paparan mendalam mengenai Kurikulum Berbasis Kampus Merdeka. Materi yang disampaikan meliputi perencanaan dan pengaturan tujuan, isi, serta bahan ajar untuk optimalisasi kegiatan pembelajaran. Diskusi kelompok rumpun program studi dilakukan setelah sesi utama, yang terbagi menjadi beberapa fokus seperti Ilmu Pendidikan, MAFIKIB (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), SOSHUM (PKN, Sejarah, Sosiologi), Bahasa dan Seni, serta Vokasi.

Diskusi intens ini membahas pendataan dan sebaran Mata Kuliah Umum (MKU) dan Mata Kuliah Fakultas (MKF) dalam kurikulum, serta identifikasi serta analisis dari akar hingga ranting ilmu dalam masing-masing rumpun prodi. Diskusi juga mengarah pada penilaian kebutuhan kompetensi lulusan di dunia kerja, untuk memastikan relevansi kurikulum dengan tuntutan pasar kerja.

Melalui workshop ini, FKIP Untirta menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan yang responsif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat serta industri. Langkah-langkah evaluasi yang diambil diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang lebih efektif dan relevan bagi seluruh stakeholders pendidikan.

Serang, 15 Juli 2024 – Hari ini, SMKN 1 Kota Serang dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di kedua institusi. Acara penandatanganan yang berlangsung di Ruang Rapat Dekanat FKIP Untirta dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Dekan FKIP Untirta Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr. Abdul Fatah, S.Pd., M.Pd, serta Kabag Umum FKIP Untirta Nuryanah, S.Sos., M.Si. Pihak SMKN 1 Kota Serang diwakili oleh kepala sekolah Dr. Maksudi Zen Muttaqin, M.Pd, Wakasek Hubungan Industri Namiroh, M.Pd, dan Tim Hubungan Industri Hapsari Suparisa Purwaningtyas, S.Pd.

Kerjasama ini mencakup beberapa poin penting yang disepakati antara kedua belah pihak:

1.     Pelatihan Kerja Lapangan/Magang dan Pengenalan Lapangan Persekolahan: Program ini akan memberikan kesempatan bagi siswa SMKN 1 Kota Serang untuk melakukan magang di lingkungan FKIP Untirta, sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja.

2.     Pemanfaatan Fasilitas di SMKN 1 Kota Serang: FKIP Untirta akan memanfaatkan fasilitas yang ada di SMKN 1 Kota Serang untuk mendukung kegiatan praktikum dan pembelajaran mahasiswa.

3.     Dosen FKIP Untirta sebagai Narasumber dalam Revitalisasi Kurikulum: Dosen dari FKIP Untirta akan terlibat sebagai narasumber dalam memperbarui kurikulum SMKN 1 Kota Serang, sehingga sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan terkini di dunia pendidikan.

4.     Pemberian Masukan terkait Kurikulum: Kerjasama ini juga melibatkan FKIP Untirta untuk memberikan masukan terkait kebutuhan kurikulum di SMKN 1 Kota Serang, agar dapat meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.

 

Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan kedua institusi dapat saling mendukung dan menguntungkan, serta diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah dan perguruan tinggi lainnya dalam menjalin kemitraan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan kerja siswa. Penandatanganan MoU ini juga menandai komitmen kedua institusi untuk terus bersinergi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas di Kota Serang.

Jumat, 12 Juli 2024 Ruang Edutaria Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untirta mengadakan Pertemuan PT. Rajagrafindo, penerbit buku perguruan tinggi dengan para dosen penulis FKIP Untirta. Acara bertajuk kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat literasi akademik serta meningkatkan visibilitas karya ilmiah di tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Untirta, Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si, didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, menyambut hangat kehadiran para dosen penulis dan perwakilan PT. Rajagrafindo. Dekan FKIP Untirta sangat bersemangat dengan kerjasama ini yang tidak hanya membuka peluang bagi dosen penulis FKIP Untirta, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas dan penerbitan karya ilmiah yang relevan.

Salah satu highlight dari acara ini adalah penjelasan dari PT. Rajagrafindo mengenai mekanisme penerbitan buku, dimana mereka memfasilitasi penulis yang telah memiliki draft siap cetak dengan pemberian ISBN, standar internasional untuk identifikasi buku. PT. Rajagrafindo berkomitmen untuk mendukung proses penerbitan dan distribusi buku akademik yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan di Indonesia.

Selain itu, sesi diskusi juga membahas strategi promosi penerbitan yang efektif untuk memastikan bahwa karya-karya tersebut dapat diakses secara luas oleh masyarakat akademik dan umum. Dosen penulis FKIP Untirta aktif terlibat dalam berbagai pertanyaan dan diskusi mendalam mengenai tantangan dan peluang dalam dunia penerbitan buku akademik.

Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang pertemuan, tetapi juga sebagai titik awal kolaborasi yang berkelanjutan antara FKIP Untirta dan PT. Rajagrafindo. Di masa depan, kerjasama ini diharapkan dapat melahirkan inovasi baru dalam pendidikan tinggi serta mengukuhkan posisi FKIP Untirta sebagai pusat pengembangan literasi akademik yang berdaya saing. 

Dalam rangka menyambut mahasiswa baru melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar acara “Launching Soft Skill” di Aula Karakter Jawara Kampus. Acara ini diresmikan oleh Dekan FKIP Untirta, Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si, serta dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, beserta para Kajur Rumpun Pendidikan dan Vokasi.

Dekan FKIP Untirta dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk mendukung mahasiswa dalam menyelesaikan studi tepat waktu serta membangun karakter kepemimpinan yang cerdas. Acara berlangsung selama dua hari, dimulai dari Kamis hingga Jumat, 11-12 Juli 2024, dengan fokus utama pada pengenalan kehidupan kampus melalui PKKMB.

Para mahasiswa baru dari berbagai jurusan seperti Pendidikan PGSD, Pendidikan PG PAUD, Bimbingan Konseling, Pendidikan Khusus, Pendidikan Non Formal, Pendidikan Vokasional Teknik Mesin, dan Pendidikan Vokasional Teknik Elektro, hadir dalam acara tersebut. Mereka mengikuti kegiatan yang dikenal sebagai Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) melalui alur JAWARA: JAbarkan aksimu, WAktunya bereksplorasi, RAncang aksimu.

Alur JAWARA didukung oleh platform Spada Untirta yang membantu dalam pemetaan minat, bakat, dan penalaran mahasiswa FKIP Untirta melalui angket khusus. Angket ini bertujuan untuk mengembangkan potensi mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan dan organisasi di masa mendatang.

Dalam rangka menyambut dan mengawali kegiatan kemahasiswaan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untirta mengadakan kegiatan khusus untuk mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Kegiatan ini bertajuk “Launching Soft Skill” dan berlangsung dari Kamis-Jumat, 11-12 Juli 2024, di laksanakan secara daring melalui zoom meeting.

Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Abdul Fatah, M.Pd., didampingi oleh tim Kemahasiswaan FKIP Untirta.

Pada hari Pertama sesi ke-2, Kamis, 11 Juli 2024, kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa baru dari Rumpun Bahasa, Seni dan Ilmu Sosial, yang terdiri dari jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Sosiologi dan Pendidikan Seni Pertunjukan. Kehadiran mereka menandai dimulainya Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa baru agar memiliki keterampilan yang akan menunjang pelaksanaan perkuliahan di kemudian hari. Kegiatan ini juga dikenal dengan istilah Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) yang dilaksanakan melalui alur JAWARA, yaitu: JAbarkan aksimu, WAktunya bereksplorasi, RAncang aksimu.

Alur JAWARA dilaksanakan dengan bantuan platform Spada Untirta yang berisi materi-materi dan pemetaan minat bakat melalui angket minat, bakat, dan penalaran mahasiswa FKIP Untirta. Angket ini wajib diisi oleh seluruh mahasiswa Program Sarjana (S1) FKIP Untirta dan akan digunakan untuk memetakan potensi pengembangan kegiatan kemahasiswaan berdasarkan minat, bakat, dan penalaran dalam kegiatan organisasi.

Dalam rangka menyambut dan mengawali kegiatan kemahasiswaan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untirta mengadakan kegiatan khusus untuk mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Kegiatan ini bertajuk “Launching Soft Skill” dan berlangsung dari Kamis-Jumat, 11-12 Juli 2024, di laksanakan secara daring melalui zoom meeting.

Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Dr. Abdul Fatah, M.Pd., didampingi oleh tim Kemahasiswaan FKIP Untirta.

Pada hari pertama, Kamis, 11 Juli 2024, kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa baru dari Rumpun MIPA, yang terdiri dari jurusan Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika, Pendidikan IPA, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Matematika. Kehadiran mereka menandai dimulainya Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa baru agar memiliki keterampilan yang akan menunjang pelaksanaan perkuliahan di kemudian hari. Kegiatan ini juga dikenal dengan istilah Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) yang dilaksanakan melalui alur JAWARA, yaitu: JAbarkan aksimu, WAktunya bereksplorasi, RAncang aksimu.

Alur JAWARA dilaksanakan dengan bantuan platform Spada Untirta yang berisi materi-materi dan pemetaan minat bakat melalui angket minat, bakat, dan penalaran mahasiswa FKIP Untirta. Angket ini wajib diisi oleh seluruh mahasiswa Program Sarjana (S1) FKIP Untirta dan akan digunakan untuk memetakan potensi pengembangan kegiatan kemahasiswaan berdasarkan minat, bakat, dan penalaran dalam kegiatan organisasi.

Rabu, 10 Juli 2024, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar Workshop Mata Kuliah Pengembangan Karakter Jawara di Aula Karakter Jawara. Acara ini diawali dengan sambutan dari Dekan FKIP Untirta, Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si, dan dihadiri oleh para pemimpin dari berbagai unit di FKIP Untirta, termasuk Para Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, Sekretaris Jurusan, serta Kepala Laboratorium.

Workshop ini bertujuan untuk mendalami pendekatan baru dalam pengajaran mata kuliah Pengembangan Karakter Jawara. Salah satu poin utama yang dibahas adalah pengenalan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, Kompetensi Utama Lulusan Sarjana, Perencanaan Pembelajaran, dan Strategi Implementasi Pembelajaran. Prof. Dr. Fauzan, M.A dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebagai narasumber utama, memberikan wawasan mendalam mengenai isu-isu ini, serta bagaimana implementasinya dalam konteks pendidikan tinggi.

Selain itu, A. Fazrul Islami S.Hum. dari SDQ Amirul Mukminin turut menyampaikan informasi penting tentang Pendidikan di SDQ Amirul Mukminin, termasuk Visi Misi, Tujuan SDQ, dan Program Unggulan yang mereka jalankan. Hal ini memberikan perspektif tambahan tentang bagaimana lembaga pendidikan dapat mengembangkan karakter siswa dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Workshop ini menjadi langkah konkret FKIP Untirta dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan mahasiswa untuk menjadi pemimpin di bidang akademik dan profesional. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak terkait, diharapkan workshop ini tidak hanya memberikan inspirasi, tetapi juga solusi implementatif yang dapat diterapkan dalam proses pendidikan di masa mendatang.

Perguruan tinggi terus berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan berkualitas dengan fokus pada pembentukan karakter yang kokoh dan berintegritas. Workshop ini menjadi momentum untuk merangkul perubahan positif dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Seni Pertunjukan 2024 mencoba menelisik perkembangan zaman yaitu era society 5.0 ini dengan membatasi wilayah kajian di pendidikan seni pertunjukan. Tentunya dalam seminar ini menghadirkan para narasumber yang profesional, seperti Prof. Dr. Elindra Yetti, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta), Purwa Caraka (Purwa Caraka Music Studio), dan Dr. Ayu Niza Machfauzia, M.Pd. (Universitas Negeri Yogyakarta). Ketiga narasumber tersebut memaparkan paradigma nya mengenai Peran Seni Pertunjukan dalam Pembelajaran di Era Modern.

Sebelum pemaparan materi dari ketiga narasumber, Seminar Nasional Pendidikan Seni Pertunjukan ini diawali dengan sambutan-sambutan dari Ketua Panitia Syamsul Rizal, S.Sn., M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Alis Triena Permanasari, S.Sn., M.Pd., dan sambutan sekaligus membuka acara oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si.

Pemaparan pertama diawali paparan materi dari Prof. Dr. Elindra Yetti, M.Pd., yang membahas tentang daya cipta atau kreativitas adalah sebuah proses mental dimana gagasan dan konsep baru atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada akan muncul. Siswa dan mahasiswa memiliki peranan yang sangat penting dalam era society 5.0 yaitu sebagai agen of change sekaligus menjadi generasi penerus bangsa, dan harus memberikan perhatian lebih terhadap kondisi negara saat ini, generasi penerus bangsa harus berperan sebagai pemimpin agar dapat menghasilkan kreativitas dan inovasi dengan memperkaya literasi serta mempunyai wawasan yang lebih luas dengan adanya perkembangan teknologi.

Pemaparan kedua dari Purwa Caraka, yang membahas tentang nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam proses kreatif Orchestra yang 1) Melatih agar bermain musik dengan baik dan benar, 2) Memberikan wawasan serta pengetahuan tentang teori musik dasar, lagu kebangsaan, dan lagu genre lainnya (pop, dangdut, dll), 3) Melatih kedisiplinan dalam konteks disiplin waktu, disiplin bermusik, dan disiplin belajar, 4) Menumbuhkan sikap dalam hal tenggang rasa dan toleransi serta bertanggung jawab, menghargai satu sama lain, 5) Melatih kesabaran, dan 6) Menumbuhkan rasa percaya diri. Berdasarkan pengalamannya mendirikan Purwa Caraka Music Studio selama 36 tahun ini berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi memberikan yang terbaik untuk seluruh murid, khususnya dalam menghadirkan musik anak-anak, dan memberikan kontribusi kompetensi musik anak bangsa dengan tetap adaptif mengikuti perkembangan zaman.

Pemaparan ketiga dan sebagai paparan penutup dari Dr. Ayu Niza Machfauzia, M.Pd., diawali dengan mengajak peserta seminar nasional untuk berinteraksi dengan materi yang sudah disiapkan. Bu Ayu nampaknya mencoba mengajak peserta seminar untuk menyimak, bergerak dan mendengarkan media yang ditayangkan olehnya. Dalam media tersebut memberikan gambaran bahwa media pembelajaran seni itu harus menarik dan adaptif. Apalagi media pembelajaran seni untuk anak harus mengandung multi manfaat dan kolaboratif dalam konsep teknis pembuatan media nya agar menarik dan interaktif.

Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan seni memiliki potensi dan posisi untuk membina inteligensi dan imajinasi anak-didik. Kekuatan ini dapat tercapai melalui percerminan artistik dan pengalaman estetik dalam berekpresi dan berkreasi secara kreatif dan inovatif pada ekosistem belajar yang kondusif. Oleh sebab itu, pendidikan seni perlu di terapkan dari segi visual, aural, haptik, literal perlu dipertautkan kembali sehingga mampu memupuk kesadaran artistik dan kepekaan estetik anak-didik (sesuai dengan kecenderungannya), sehingga mampu membangun daya kritisnya sendiri. Keterkaitan antara Society 5.0 dan Revolusi Industri 4.0 pada pendidikan seni dapat dilihat pada kasus kesenian yang beredar pada masyarakat atau kesenian tradisional dimana para pendidik seni, baik akademisi maupun praktisi, diharapkan mampu melakukan riset berkelanjutan untuk meneliti dan mengkaji bentuk-bentuk dan konsep-konsep setiap perkembangan seni: pengembangan dan penerapannya, berbasis kearifan lokal dan kemajuan telekomunikasi serta informatika.

Rabu, 10 Juli 2024, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untirta menggelar Rapat Penguatan Mutu Kelembagaan di Aula Karakter Jawara. Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Untirta, Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si., beserta jajaran pimpinan, serta dihadiri oleh para Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, Sekretaris Jurusan, dan Kepala Laboratorium di Lingkungan FKIP Untirta

Dalam rapat tersebut, Wakil Dekan Akademik membahas tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) serta teknis pelaksanaannya. Hal ini bertujuan untuk memastikan pencapaian target mutu akademik yang telah ditetapkan.

Selanjutnya, Wakil Dekan Perencanaan, Keuangan, dan Umum menyampaikan desain Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) untuk tahun 2025. Pembahasan ini mencakup rencana anggaran serta strategi pelaksanaan kegiatan untuk memastikan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya.

Selain itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama menyoroti penerimaan mahasiswa baru FKIP tahun 2024 serta desain kegiatan organisasi mahasiswa (ormawa). Diskusi ini bertujuan untuk memperkuat integrasi antara program akademik dan kegiatan kemahasiswaan, guna menciptakan lingkungan kampus yang lebih dinamis dan mendukung pengembangan soft skills mahasiswa.

Rapat ini diharapkan dapat menghasilkan strategi dan kebijakan yang efektif dalam upaya meningkatkan mutu kelembagaan FKIP Untirta. Dengan kolaborasi seluruh elemen fakultas, diharapkan FKIP Untirta mampu mewujudkan visi dan misinya sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing tinggi.