Hari Selasa, 3 September 2019 Jurusan Pendidikan Kimia mengundang guru-guru SMA se-Kabupaten Pandeglang untuk menghadiri Seminar dan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pandeglang. Dalam acara ini, yang menjadi narasumber adalah Dr. Euis Nursa’adah, M.Pd. Pada dasarnya kegiatan ini merupakan pelatihan dan pendampingan untuk menambah keterampilan guru agar dapat melakukan PTK dan meningkatkan kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah. Kegiatan ini menghasilkan produk berupa hasil karya ilmiah dari penelitian tindakan kelas.

 

Pada hari Selasa, 13 Agustus 2019, bertempat di Auditorium Gedung B Kampus A Pakupatan, Jurusan PG PAUD FKIP Untirta menggelar Seminar Nasional. Seminar kali ini menghadirkan Dr. Cepi Riyana, M.Pd. (Akademisi Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Pendidikan) dan Dr. Hapidin, M.Pd. (Akademisi Pendidikan Anak Usia Dini) sebagai pemateri. Tema yang diusung adalah “Permainan Tradisional vs Digital”. Tema ini penting untuk didalami oleh para pengajar anak-anak dan orang tua. Sebab, di zaman yang sudah canggih dan dikelilingi oleh alat-alat elektronik seperti sekarang ini, merupakan tantangan bagi kita para orang tua agar bijak dalam mendampingi anak dalam bermain. Game digital telah mendominasi di kehidupan anak-anak jaman sekarang. Bagaimana itu bisa terjadi? Sebenarnya, dalam hal ini orangtua juga memiliki peran. Sebagian orangtua memberi kebebasan pada anak untuk bermain game digital tersebut, bahkan ada orangtua yang membebaskan anaknya untuk memiliki gadget. Melalui gadget tersebut anak akan dengan mudah mengunduh game-game digital sesuai dengan keinginannya. Padahal belum tentu semua game mengandung nilai edukatif. Gadget pun dapat mengubah kita menjadi manusia yang individual. Hal ini dikarenakan kita terlalu berfokus pada dunia dalam gadget. Seperti fakta pada saat ini, generasi milenial lebih memilih berkomunikasi secara online atau disebut chatting. Hal ini membuat mereka enggan untuk bersosialisasi dengan sekitarnya. Oleh karena itu, peran orang tua dalam mengawasi anaknya sangatlah penting. Hal ini tidak dapat dianggap remeh, karena anak sudah dihadapkan dengan teknologi yang luar biasa. Jika terus dibiarkan seperti ini, tumbuh kembang anak akan terganggu. Anak akan menjadi seseorang yang mempunyai ego tinggi, karena tidak ada rasa sosial pada dirinya. Beda jauh dengan permainan tradisional yang justru hampir punah ini memiliki segudang nilai positif. Hampir semua permainan tradisional yang ada di Indonesia memiliki makna dan nilai edukatif. Misalnya, dalam permainan Gobag Sodor. Dalam permainan tersebut dibutuhkan ketangkasan, kegesitan, kecerdasan, serta kekompakkan pemain. Selain itu, pemain harus memikirkan berbagai strategi dan mampu bergerak cepat agar dapat melewati garis lawan. Dengan begitu, anak lebih aktif bergerak secara fisik keseluruhan, bahkan permainan tersebut dapat menghadirkan suasana ceria untuk anak. Biasanya ketika bermainn gobag sodor tersebut, akan timbul suasana ramai dan bahkan anak akan tertawa bahagia bersama teman-teman sebayanya. Dalam aspek sosial, permainan tradisional lebih memberi kesempatan luas kepada anak-anak untuk berbaur dan belajar bekerja sama dengan orang lain. Sehingga resiko anak bersikap individualis akan memudar. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Suroso Mukti Leksono, M.Si. Seminar ini dipandu oleh Ibu Kristiana Maryani, M.Pd. sebagai moderator.

Pembukaan Acara Oleh WD I

Pada tanggal 30 April 2019, FKIP Untirta mengadakan kegiatan seminar dengan tema “Peran Tenaga Pendidik dalam Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0” kegiatan dilangsungkan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tahun pada  tanggal 2 Mei.

Dalam acara ini, peserta yang hadir adalah kurang lebih terdiri dari 99 orang pemakalah dan 120 peserta non pemakalah yang berasal dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Sumatera Selatan. Bagi pemakalah yang artikelnya terpilih, akan diterbitkan pada jurnal di lingkungan FKIP Untirta, dimana  sudah terindeks Google Scholar, Sinta, DOAJ, Asean Citation Index, Copernicus International).

Kegiatan ini menghadirkan 5 Pemateri yaitu Dr. Awaluddin Tjalla (Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud), Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M.Pd. (Rektor Untirta), Prof. Dr. Basuki Wibawa (Universitas Negeri Jakarta), Dr. Eko Supraptono, M.Si. (PGRI Banten), dan Ahmad Fauzan (Ketua BEM) untuk memberikan pandangan dari bidang masing-masing mengenai Teknologi Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0. Setelah itu sesi Pemakalah dilanjutkan di ruang kelas dengan didampingi Tim Prosiding.

Penampilan Tari Tradisional oleh Tim Tari Sendratasik
Pembukaan Acara oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. H. Fatah Sulaiman, MT.

Penyerahan Plakat Kepada Para Pemateri
Sesi Pemakalah

Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, pagi ini, 23 April 2019 menggelar Seminar Literasi dalam rangka perayaan ulang tahun PBI yang ke-33 di Aula Serbaguna Kampus C Untirta. Perayaan yang digagasi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Untirta ini mengundang Maman Suherman, seorang mantan jurnalis dan reporter yang sekarang menjadi penggiat literasi, sebagai Pemateri dalam Seminar Literasi dengan mengangkat tema “Membangun Budaya Literasi di Era 4.0 dalam Menyambut Hari Buku Sedunia”.

Seminar ini bukan satu-satunya rangkaian perayaan HUT PBI, sebelumnya pada tanggal 22 April, diselenggarakan Pelatihan Jurnalistik dengan pemateri Wahyu Arya. Lalu, ada lomba tanding Futsal, Pelatihan Desain dan Donor Darah.

Sebanyak kurang lebih 150 mahasiswa Untirta dari berbagai Jurusan mengikuti Seminar Pendidikan Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada hari Selasa, 4 September 2018 dengan tema “Pendidikan Kesetaraan dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Acara yang dimulai dari pukul 08.00 ini mengundang 2 Narasumber yaitu Ibu Ila Rosmilawati, Ph.D Dosen Jurusan PLS FKIP UNTIRTA dan Bapak Dr. Abdul Kahar Direktur Pembinaan Keaksaraan Kesetaraan, serta 1 Keynote Speaker Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. yang merupakan Psikolog Anak. Turut hadir dalam acara ini adalah Dekan FKIP, Wakil Dekan III FKIP, dan Dosen-dosen di lingkungan FKIP. Dalam sambutannya, Dekan FKIP mengucapkan terima kasih kepada Dr. Seto yang akrab disapa dengan julukan Kak Seto dapat hadir dalam acara ini serta beliau mengucapkan terima kasih kepada para panitia yang telah mengundang Kak Seto, Beliau merasa terkejut dengan hadirnya Kak Seto yang merupakan salah satu Tokoh Nasional untuk hadir dalam acara ini. Selain itu Beliau berharap semoga FKIP UNTIRTA dapat lebih maju, “mari kita simak, tanya dan diskusikan dengan memanfaatkan kehadiran Kak Seto kali ini, karena pasti ada nilai-nilai yang patut kita dengarkan untuk kemajuan di Banten ini.” tutup Dekan FKIP dalam sambutannya. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Bapak Seto Mulyadi mengenai Pembelajaran Kreatif Ramah Anak, Kak Seto memaparkan bahwa semua anak adalah cerdas, dan anak-anak usia dini tidak membutuhkan sekolah, mereka cukup di didik dalam keluarga dengan situasi yang menyenangkan, diajari benyanyi, dibacakan dongeng, diajari sopan santun, sehingga belum perlu untuk diajarkan calistung dan di ikutkan berbagai macam les, karena yang terjadi nanti adalah terciptanya generasi yang seperti robot, tidak memiliki etika, stress dan terciptanya bullying di sekolah. Seluruh peserta sangat antusias dengan pemaparan Kak Seto yang menarik karena dipresentasikan dengan animasi yang jelas dan pemaparan Kak Seto yang mudah dipahami, mereka bersemangat untuk melakukan tanya jawab di akhir paparan. Kegiatan ini ditutup dengan pemberian plakat oleh Dekan FKIP dan sertifikat oleh Wakil Dekan III FKIP kepada Kak Seto Mulyadi.

Tema tersebut diusung dalam kegiatan yang di selenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Seminar and Workshop on Tourism pada hari Selasa tanggal 27 Maret 2018 di Auditorium Gedung B Kampus A. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dodi Firmansyah, M.Pd., dengan narasumber Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Ir. Hj. Eneng Nurcahyati dimoderatori oleh Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Siti Hikmah, M.Pd. Dalam pemaparannya, Ibu Eneng mengatakan ada empat pilar prioritas program yang akan dilaksanakan Dinas Pariwisata Provinsi Banten, mulai dari penataan destinasi sesuai indikator daya tarik wisatawan yang meliputi aspek infrastruktur, lokasi parkir, akses menuju objek wisata serta pengembangan masyarakat di sekitar destinasi wisata, salah satunya yang sedang dilakukan adalah revitalisasi lokasi wisata ziarah Banten Lama. Selain itu, fokus lainnya adalah penguatan industri pariwisata dan ekonomi kreatif, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata dan pemasaran pariwisata. Sesuai dengan arahan Gubernur Banten, tujuan pengembangan destinasi wisata tersebut adalah sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, peningkatan laju pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan lama tinggal wisatawan yang datang ke Banten. Provinsi Banten memiliki potensi pulau-pulau kecil yang cukup banyak sebagai destinasi wisata. Namun potensi itu belum tergali secara optimal, sehingga Gubernur memberikan perhatian besar terhadap potensi-potensi wisata setempat, salah satunya keindahan alam yang ada di pulau-pulau.

Setelah pemberian materi oleh Kadispar Banten, acara dilanjutkan dengan penjelasan oleh Chotibul Umam, M.Pd., M.Par. seorang Praktisi Kepariwisataan dan Sudirman, S.Pd. yang merupakan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Provinsi Banten. Acara yang selesai pada sore hari ini di akhiri dengan pemberian cinderamata dan foto bersama.